100 UMKM Lobar Mendapat Pelatihan Kapasitas Kemendag

0
34

Kamis, 17 Desember (sebar.co.id) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) membuka resmi pelatihan 200 UMKM di dua kabupaten di NTB, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Pelatihan ini guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperluas akses jaringan perdagangan di dalam negeri.

Direktur Pemasaran Dalam Negeri Ida Rustini, menuturkan kegiatan digelar serentak di dua kabupaten secara online dan offline. Di Lombok Tengah pelatihan pengembangan teknis produk UMKM diikuti oleh 100 pelaku UMKM. Sementara di Lombok Barat pelatihan bimbingan teknis dengan ritel moderen dan pelatihan pemasaran secara offline dan online dengan peserta 100 pelaku UMKM.

Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan pengentahuan dalam usaha pangan maupun non pangan serta peningkatan daya saing UMKM, memberikan pemahaman pengetahuan tentang produk serta perbaikan kemasan dan kualitas daya saing produk di tingkat pasar.

Senada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra mengatakan pihaknya terus mendorong implementasi program pelatihan atau bimbingan teknis, pendampingan, dan pemasaran bagi produk UKM. menurutnya, peningkatan transaksi produk lokal akan berdampak positif pada kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita tahu UMKM ini luar biasa, 97 persen tenaga kerja diserap oleh UMKM dengan jumlah 133 juta orang. Bayangkan besarnya kekuatan UMKM,” bebernya.

Syailendra lantas berkomitmen untuk menaikkan kontribusi UMKM secara nasional.

“Kita semua berbicara UMKM namun kita lupa melihat kontribusi UMKM itu dinaikkan,” tambahnya.

Diketahui, katanya, saat ini kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 60 persen, namun total ekspornya tidak terlalu banyak. Meskipun begitu, ia bangga kontribusi UMKM untuk pendapatan masyarakat memang cukup luar biasa.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus diberikan kepada UMKM. Pertama, UMKM diberikan pelatihan peningkatan kapasitas baik dari sisi produksi, kualitas SDM, UMKM maupun sisi cara membuat produk sesuai dengan permintaan pasar.

“Kedua, UMKM itu butuh pasar maka kita carikan akses pasar. Pasar itu dlakukan secara offline dan online. Maka UMKM bisa memasarkan hasil produksinya sendiri termasuk memberi ruang di hotel maupun di ritel-ritel modern,” katanya.

Ditambahkannya, hal ketiga yaitu UMKM butuh dukungan akses pembiayaan karena UMKM itu tidak butuh ikan tapi kail.

“Maka kami bersama bank kerja sama untuk mempermudah para usaha kecil dalam meminjam uang dengan bunga yang serendah-rendahnya,”pungkasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menyambut baik kegiatan yang dihelat oleh Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri tersebut.

“Bagi kami dan para pelaku UMKM di Lombok Barat, kegiatan ini jadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas produk di Lobar,” sergahnya.

Orang nomor wahid di Lobar ini berharap 60 persen kebutuhan industri pariwisata itu dapat didukung oleh UMKM Lobar seperti kebutuhan sandal, makanan, dan lainnya.

Pemda Lobar telah mengeluarkan peraturan bupati (perbup) bagi daerah dan OPD termasuk desa yang mengunakan anggaran daerah untuk membeli produk lokal.

“Maka setiap ritel yang mengajukan ijin pun harus menandatangani surat perjanjian kalau hasil UMKM dapat diakomodir di ritel-ritel moderen,” terang bupati.

Bupati Lobar dua priode itu juga meminta dukungan dan backup Dirjen Perdagangan Dalam Negeri konteksnya dengan pemasaran agar hasil UMKM Lombok Barat dapat dipasarkan di luar Lombok termasuk pula produk pertaniannya.

Ia juga meminta setelah pelatihan diharapkan ada tindak lanjut dari kementerian, karena para pelaku UMKM yang paling sulit itu adalah konsistensinya.

“Itu butuh penanganan khusus, maka dinas saya minta untuk keliling silaturahim ke UMKM serta dikoordinasikan dengan dinas terkait,” terangnya.

Usai membuka pelatihan, Dirjen dan Bupati Lombok Barat turun meninjau pasar Gunungsari di lokasi pasar sebagai lokasi pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk para pedagang yang diberikan oleh Sekretaris Jendral Kementerian Perdagangan RI Suhanto ke Bupati Lombok Barat. Kemudian diteruskan ke para pedagang yang ada di pasar Gunungsari, didampingi Dirjen PDN dan Direktur Pemasaran Dalam Negeri. (**)

Leave a reply