Gema Takbiran Menyambut Hari Raya Sudah Mulai Terdengarnya

0
90

“Minal aidin walfaizin”
mohon maaf lahir dan batin

28 Mei (Sebarnews)_Gema takbir telah mulai terdengar, tampak giroh para Panitia pawai takbiran mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa mempersiapkan diri. Rapat demi rapat untuk mematangkan persiapan hingga pelaksanaan sedang dilakukan. Sama seperti panitia pawai takbiran tingkat kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat ini, mereka terus merancang, mengorganisasikan, melaksanakan, mengawal dan mengevaluasi tahap demi tahap yang telah dilalui.
Fauzan ketua karang taruna kecamatan Lembar mengatakan “ persiapan kami sudah hampir 80℅, kami masih berjuang semaksimal mungkin untuk menghadirkan perayaan yang meriah”. Sementara itu koordinasi terus digalakkan, memanfaatkan jejaring sosial untuk mengajak sebanyak mungkin terlibat dalam momen satu tahunan tersebut. Ketua panitia saudara Irhamdi mengatakan “berdasarkan hasil rekapan panitia, peserta yang mendaftar dan tercatat baru 16 kafilah, belum yang via telpon yang kami prediksi akan lebih 20 kafilah. Ini pencapaian yang luar biasa, kami mampu mengundang kepercayaan publik akan persatuan pemuda untuk menyelenggarakan event besar seperti ini”, sementara itu tahapan penyeleksian tim juri baru saja selesai. “kami telah menyeleksi enam juri yang telah teruji di masyarakat, kami percaya mereka independen dalam menilai setiap item seperti penilaian tentang takbir dengan bobot nilai 30℅, kekompakan dengan nilai 40 ℅ dan miniatur dengan bobot nilai 30 ℅”. Para juri itu terdiri dari ustadz Hamdan, M.Pd. dari Desa Labuan Tereng, Ustadz Mahli Imron, S.Ag dari Desa Jembatan Kembar, Ustadz Dahlan, M.Pd dari Desa Jantung, Ustadz Misbah, S.Pd dari desa Jembatan Kembar Timur dan tiga juri lainnya.
Diharapkan peserta nantinya dapat bekerja sama menjaga kondusifitas, keamanan di jalan raya dan meniadakan petasan yang bisa mengurangi penilaian juri. Agus Dedi selaku humas mengatakan “ perayaan pawai takbiran ini sejatinya bukan sekedar lomba-lombaan seperti yang diketahui, akan tetapi lebih merupakan momentum syi’ar islam yang rahmatan lil’alamin, pawai ini juga merupaka ekspresi kemerdekaan individu maupun secara sosial keagamaan yang telah mampu menahan diri dari hawa nafsu ketika berpuasa”. Harapan panitia event kali ini menjadi pembuka untuk event-event lainnya dengan modal kesatuan pemuda tingkat kecamatan. Optimistis tergambar dari kerja keras panitia pawai takbiran ini yang rajin berkonsultasi dengan pak camat Lembar.

Leave a reply