Desa Labuan Tereng Bebas Dari Open Defacation Free(ODF)/Buang Air Besar Sembangan

0
30

Lembar, 23 Februari 2021

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberikan penghargaan kepada Desa Labuan Tereng usai di tetapkan Bebas dari Open Defacation Free(ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

Acara Deklarasi Desa ODF dan Launching Kampung Bakul (Kampung Bebas Tuberkulosis) dirangkai dengan Hari Ulang Tahun UPT Puskesmas Eyat Mayang yang ke-3 di hadiri Wakil Bupati Kabupaten Lombok Barat, Hj. Sumiatun didampingi Sekda Lobar H. Baehaqi, Assisten I Agus Gunawan, Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, Kadis Kesehatan drg. Hj. Ni Made Ambaryati, Kepala Puskesmas Eyat Mayang, sebagian Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, Camat Lembar, Kapolsek Lembar, Danramil Lembar, dan kepala desa wilayah kerja puskesmas Eyat Mayang, Selasa, (23/2).

Acara launching Kampung Bakul (Kampung Bebas Tuberkulosis) ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Lobar.

Serta pembacaan deklarasi ODF oleh Kepala Desa Eyat Mayang dan kepala Desa Labuan Tereng yang merupakan dua desa di wilayah kerja Puskesmas Eyat Mayang.

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun mengatakan bahwa program Desa ODF adalah program yang sangat penting dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan sungai, hal ini sangat tergantung dari perilaku masyarakat.
Desa ODF adalah Desa bebas dari buang air besar sembarangan, dengan Adanya Desa ODF ini memberikan pengaruh besar terhadap kebersihan lingkungan.

“Pola Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat dengan program jamban sehat akan membawa dampak positif terhadap tingkat kesehatan masyarakat dan memutus rantai penyebaran penyakit karena tidak lagi terliaht tinja disembarang tempat, tidak ada bau busuk atau bau yang tidak sedap karena kotoran manusia.” Ungkap Wabup
Pencapaian Desa labuan tereng bebas dari buang air sembarangan memang sudah mencapai target, demikian dikatakan Kepala Desa Labuan Tereng, Humaidi Usai.
“Tahun ini memang sesuai dengan target kita, alhamdulilah karena kesadaran masyarakat, kerjasama dengan bapak Pustu, dengan ibu bidan, kader desa dan semua Kadus, tingkat ODF kita mencapai 80 persen”. Ungkap Humaidi

“Meskipun kita sudah dapat penghargaan sebagai salah satu Desa ODF, tapi kita jangan merasa puas, masih ada 20 persen lagi. Harapan kedepan, target ODF kita 90 persen, kita akan upayakan program spiteng seperti yang sudah kita lakukan di telukwaru” tutup Humaidi.

Leave a reply