FM Lobar Ikut Kawal Pariwisata Lombok Barat

0
312

Kamis, 5 Maret (sebar.co.id)
Pariwisata merupakan sektor penting untuk membangun daerah yang seharusnya diperhatikan lebih oleh pemerintah, karena pariwisata salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan asli daerah kabupaten Lombok Barat. Akan tetapi sampai saat ini masih belum terlihat upaya-upaya konkret yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Lombok barat, bahkan semakin hari semakin banyak permasalahan, mulai dari kasus OTT Dispar Lobar sampai kasus prostitusi di beberapa tempat hiburan malam.

Melihat kondisi ini kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Lombok Barat melakukan diskusi membahas bagaimana pariwisata di Lombok Barat pada hari kamis (05/03) di Pantai Cemara Indah, Lembar dengan menghadirkan narasumber dari komisi II DPRD Lobar H. Abdul Majid dan pemerhati budaya wisata Wahyu Aziz
Dalam keterangannya H. Loezawa Abdul Majid selaku Anggota Komisi II yang membidangi pariwisata memaparkan bahwa pariwisata di Lombok Barat harus banyak belajar dan berbenah untuk kemajuan pariwisata di Lombok barat ini
“ Lombok barat harus banyak belajar dan segera berebenah, tidak bisa dipungkiri bahwa Lombok dikunjungi oleh wisatawan lokal dan asing, baik wisatawan muslim maupun non muslim. Sehingga untuk menjemput peluang itu pemerintah seharusnya menyediakan tempat atau pilihan tempat untuk mengakomodasi keinginan para wisatawan ini. Sehingga perlu dikembangkan pariwisata bersifat konvensional dan bersifat halal (Halal tourism) di Kabupaten Lombok Barat.” ujarnya
Abdul majid juga menjelaskan, pemda harus melakukan zonasi pembangunan wisata halal, agar wisatawan bisa memilih dimana tempat mereka berlibur
“Untuk itu pemerintah perlu melakukan zonasi pembangunan tempat wisata, sehingga para wisatawan ini bisa memilih tempat yang cocok sesuai dengan background agamanya. Konsep wisata halal dan konvensional ini harus berjalan beriringan, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa untuk dipisahkan karena keduanya saling mendukung”
Abdul majid juga berharap, masyarakat mendukung pemerintah dalam membangun pariwisata baik wisata halal maupun konvensional
“Memang dalam segi pengelolaan dan pelaksanaan pasti akan ada plus dan minus, kendati demikian harus disikapi dengan segerah berbenah diri supaya bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Berharap juga masyarakat mendukung pemerintah, Yang sudah baik kita tingkatkan dan yang belum baik silahkan kita berbenah bersama karena tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri tanpa didukung oleh masyarakat” tambahnya

Sementara itu Menurut Wahyu Aziz, selaku pemerhati budaya wisata menjelaskan bahwa untuk menyambut program dari gubernur tentang desa wisata dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk menunjang program tersebut.
“Desa wisata merupakan suatu konsep pariwisata yang desa diberikan otonomi untuk mengembangkan dan mengelola wisata kemudian dijadikan sumber pendapatan untuk desa. Untuk itu perlu dukungan pemerintah untuk menunjang fasilitas pengembang pariwisata, Sejauh ini wisata lokal yang dimiliki oleh desa-desa di Lombok Barat belum dirawat dan diberikan sentuhan pengembangan oleh pemerintah” jelasnya
Adapun terkait zonasi wisata halal wahyu aziz menyorot wisata yang ada di sekotong, termasuk gili-gili di sekotong barat layak dijadikan khusus tempat wisata halal.
“daerah sekotong cocok untuk pariwisata halal, karena segala potensi sudah di miliki tinggal disentuh sedikit. Untuk wilayah utara yang di dominasi wilayah senggigi sudah tidak bisa kita paksakan untuk dikembangkan menjadi tempat wisata halal, karena disana sudah dikelola secara konvensional” tambahnya

Secara sumber daya alam, Lombok Barat sudah bisa dikatakan sangat indah, hanya saja yang menjadi kendala adalah tata cara kelola yang masih belum optimal. Sebagai contoh tidak ada pelajaran tentang Pariwisata halal jika memang akan konsen mengembangkan pariwisata halal, kemudian dari segi sanitasi lingkungan dan higenis makanan belum sepenuhnya bisa terpenuhi. Bisa kita lihat di beberapa tempat wisata, sampah menjadi masalah utama yang sampai saat ini belum ada solusinya. Untuk itu pemerintah daerah harus serius mengembangkan pariwisata ini karena pariwisata ini merupakan sektor penyumbang PAD terbesar bagi daerah

Sebenarnya kalau dibandingkan dengan tempat lain, tempat wisata di Lombok Barat juga tidak kalah indahnya, mulai dari ujung utara Batulayar sampai ujung selatan Sekotong kita akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari pantainya ditambah lagi dengan pesona beberapa gili. Selain itu bisa dilihat juga bagaimana keindahan tempat wisata dari ujung barat Lembar sampai ujung timur Narmada.
kita akan dimanjakan dengan pesona keindahan alamnya. Ini merupakan salah satu modal terbesar yang bisa ditawarkan untuk menggaet wisatawan lokal maupun internasional.
Diskusi ini rutin di lakukan oleh Fron Mahasiswa Lombok Barat setiap minggunya. Membahas permasalahan yang ada di lombok barat dari berbagai aspek dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Leave a reply