Loezawa Tanggapi Polemik Kereta Gantung Taman Nasional Rinjani

0
540

Mataram, 25 Januari (sebarnews.co.id)
Bergulirnya Wacana pembangunan Kereta gantung di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui banyak media dalam beberapa Minggu terakhir ini memunculkan banyak polemik, respon publikpun beragam ada yang mendukung, dan tidak sedikit pula yang menolak. Publik terkejut dengan pemberitaan bahwa akan dilakukannya lounching pembangunan kereta gantung di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang ditenggarai tidak memiliki desain pembangunan yang jelas, selain itu dugaan masyarakat proyek tersebut tidak didahului koordinasi dengan kementrian LHK.
H. Abdul Madjid selaku penggiat pariwisata ikut mengomentari hal tersebut.”jika dilihat dari niatnya perlu dipertimbangkan, dengan adanya kereta gantung ini wisatawan yang biasanya melakukan pendakian manual melalui jalur pendakian dengan menghabiskan waktu yang lama dan melelahkan maka kereta gantung ini dapat menjadi opsi, kedua bagi wisatawan penyandang disabilitas yang tidak mampu berjalan misalnya dapat memanfaatkan wahana tersebut, ketiga bagi wisatawan yang tidak memiliki waktu lama untuk melakukan pendakian konvensional maka kereta gantung merupakan solusinya. Namun Proyek yang terkesan tergesa-gesa ini tentu dipertanyakan publik baik itu tentang studi kelayakannya seperti dokumen lain yang semestinya juga disampaikan ke publik, jika masih gamang maka sepertinya belum ada feasibility studies, kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dan analisis dampak lingkungan (AMDAL).” Tandasnya.
Lanjutnya bahwa Pemprov juga perlu melakukan studi banding ke tempat-tempat yang melakukan hal serupa guna menakar dampak positif dan negatif yang muncul di lokasi tersebut.
Padahal kabar yang beredar bahwa Proyek pembangunan kereta gantung di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani tersebut akan memberi dampak perusakan lingkungan oleh commercial facilities development, karena jelas akan terjadi perubahan bentang alam yang signifikan apalagi luasan areal yang akan diminta izinnya lebih dari 500 ha.
Bagi pria yang biasa dipanggil Loezawa itu mengatakan “tentu saja Para Porter dan warga yang menggantungkan hidupnya dari pendakian rinjani akan kehilangan mata pencahariannya, yang notabene nanti aliran uangnya akan kembali ke investornya tersebut kemudian rakyat akan menjadi penonton.” Maka menurutnya Kebijakan atas rencana pembangunan proyek kereta gantung di kawasan Geopark Internasional Rinjani perlu ditinjau kembali karena dampaknya terhadap masyarakat wabilkhusus masyarakat sekitar yang notabene menggantungkan hidupnya dari sana.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Gunung Rinjani merupakan Sumber Kehidupan masyarakat Pulau Lombok yang harus terus dijaga kelestariannya, Kawasan Rinjani adalah kawasan adat the cultural heritage dan bahkan menjadi world heritage yang diakui sebagai kawasan UNESCO Global Geopark yang harus dijaga nilai-nilai yang melekat padanya, ia merupakan sumber penyangga debit air, penyangga ekosistem dan penangkal pemanasan global. Alih-alih menjaga, Pemerintah Provinsi acuh tak acuh dengan problematika yang terjadi selama ini semisal kondisi saat ini saja sedang mengalami kerusakan yang sangat parah karena perambahan hutan, illegal loging, Alih fungsi lahan yang setiap tahun berimpilkasi pada munculnya berbagai bencana seperti banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, mulai berkurangnya debit air di kawasan Lombok dan lain sebagainya.(adp)

Leave a reply