Mengenal Sosok Herman Jayadi, Calon Nahkoda Baru PKC PMII BALI NUSRA

0
28

Pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab) Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali Nusra sebentar lagi akan dilaksanakan. Dimulai dari penjaringan Calon Ketua PKC PMII Bali Nusra hingga nantinya berakhir pada proses pemilihan ketua. Dari beberapa calon yang muncul dipermukaan, Herman Jayadi adalah salah satunya ikut berkontestasi mencalonkan diri menjadi Ketua PKC.

Herman Jayadi, bukan lah sosok asing di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, terkhusus di cabang Kota Mataram. Sebelumnya Herman Jayadi Pernah menjadi Ketua Cabang PMII Kota Mataram Masa Khidmat 2019-2020. Ia berhasil memimpin cabang PMII kota Mataram cukup baik, terutama melalui strategi ekspansi gerakan diberbagai kampus-kampus di NTB yang mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas anggota.

Pengalaman menjadi Ketua Cabang menjadi modal penting ketika mencalonkan diri menjadi Ketua PKC PMII Bali Nusra. Dengan pengalaman dalam pengembangan, pemberdayaan organisasi dan kaderisasi tentunya akan membuat PMII semakin melejit terlebih ia telah merumuskan ide dan gagasan yang tertuang dalam Visi dan Misi untuk menjalankan organisasi kedepannya.

Menurutnya Herman Jayadi, Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi mahasiswa yang telah lama menjadi epicentrum gerakan di daerah-daerah. Dalam konteks Bali dan Nusa Tenggara, PMII menjadi pusat pengkaderan para mahasiswa yang berintegritas, kapabilitas dan diterima semua kalangan. “Menyambut era distruption, saya berkomitmen untuk membawa PMII Bali Nusra agar mampu beradaptasi dan menciptakan inovasi-inovasi baru.” Tuturnya.

Untuk beradaptasi dengan Era Distruption, Herman Jayadi telah merumuskan enam kata kunci yang disebut sebagai strategi paling ideal dalam menghadapi tantangan era Distruption, hal itu tertuang dalam tagline PMII SANTUN

Yang pertama; Society 5.0 yang artinya cerdas dalam memanfaatkan IoT (Internet of Things) dan aplikatif dalam menjalankan organisasi dengan menggunakan teknologi serta PMII hadir di Mobile App.

Kedua; Moderat yang artinya membangun gerakan dan pikiran berlandaskan ASWAJA dan mengamalkan nilai-nilai di dalamnya serta menjunjung tinggi islam moderat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga; Integratif yang artinya membangun wawasan keilmuan yang terintegrasi dari semua tingkatan untuk output kader profesional.

Keempat; Kolaboratif yang artinya berkolaborasi dengan OKP kepemudaan untuk menjaga kesolidan dalam bingkai toleransi.

Kelima; Turun ke Jalan yang artinya berpartisipasi untuk melakukan control dan chang pada semua leading sektor.

Keenam; Interkonektif yang artinya membangun jejaring kerjasama dalam upaya memberdayakan potensi kader PMII.

“Enam kata kunci tersebut jika dibuatkan akronim maka dapat di singkat SANTUN. PMII Bali Nusra ke depan akan mengusung tagline PMII SANTUN untuk dapat terus konsisten dalam zikir, fikir dan amal sholeh. Keberhasilan pemimpin adalah bagaimana ia meneruskan cita-cita luhur pemimpin terdahulu dan bagaimana ia menciptakan inovasi-inovasi baru guna beradaptasi dengan tantangan zamannya.” Jelas pria asal Lombok Barat ini

Ia menjelaskan, kata kunci di atas sangat relevan di era saat ini, terutama bagaimana pemimpin ke depan harus faham bahwa tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri dan tidak ada perubahan yang bermakna kecuali kita ikut sebagai agen perubahan. Dengan tagline PMII SANTUN Herman Yakin akan mampu mangarahkan kader menjadi lebih banyak berkarya di era digitalisasi

“Dengan konsep visi misi PMII SANTUN saya siap Menahkodai PKC PMII Bali Nusra, melanjutkan visi ketua sebelumnya dan tentu menjalankan amanat organisasi sekaligus melakukan ekspansi organisasi membentuk dan mendeklarasi Cabang pada kabupaten kota yang belum memiliki cabang se Bali-Nusra”. Pungkasnya.

 

Berikut rekam jejak pengalaman berorganisasi Herman Jayadi:

Ketua II PMII Komisariat IAIN Mataram 2015-2016

Ketua Umum HMJ Ekonomi Syariah 2014-2015

Ketua UMUM DEMA FSEI IAIN Mataram 2015-2016

Sekretaris Jenderal Front Mahasiswa Lombok Barat 2016-2017

Ketua Cabang PC PMII Mataram 2016-2017

Sekretaris Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Lobar 2016-2017

Ketua I Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI) Lobar 2021-sekarang

Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) 2019-Sekarang

Sekretaris Umum Asosiasi Pengelola Destinasi Wisata (APDITA) Indonesia 2022-Sekarang

 

Leave a reply