Pokdarwis Camp Dispar Lobar Di Kec. Lembar, Upaya Mengharusutamakan Pokdarwis

0
15

Gerung, NTB. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Lombok Barat mengikuti Pokdarwis Camp Dispar Lombok Barat (Lobar) hari Selasa sampai hari Rabu di Pantai Cemara desa ekowisata Lembar Selatan (9 dan 10 Nopember, 2021). Abdul Majid, mewakili Komisi II DPRD Lobar, Kecamatan Lembar dan  Sekotong turut hadir dalam acara tersebut. Kecamatan Sekotong telah dikenal dengan tagline pariwisatanya, ‘Sekotong Mendunia’.

Pokdarwis Camp Dispar Lobar, sekaligus menjadi wadah penyerahan penghargaan Anugerah Desa Wisata Lembar Selatan. Penghargaan disampaikan langsung Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid.

Kembali ke Abdul Majid, ia mengungkapkan rasa bersyukur dan apresiasi, bahwa pariwisata Lobar, khususnya Pokdarwis tetap aktif menyelenggarakan beragam aktifitas. Dimana, dalam Pokdarwis Camp, peserta terlibat langsung dengan kegiatan seni, budaya serta UMKM.

“Bentuk kegiatan ini menunjukkan antusias pokdarwis Lobar, yang menurut saya menjadi salah satu proses mendukung event WSBK. Untuk ini, sewajarnya pemerintah memberikan regulasi yang sesuai. Contoh, harga tes terkait Covid baik PCR atau Antigen. Harga yang naik turun dan berubah sewaktu-waktu, membuat iklim pariwisata jadi tidak stabil, ” urainya di tengah kegiatan.

Lebih lanjut, ia juga menyikapi tumpang tindih antara Bumdes dan Pokdarwis. Kehadiran Kemendesa, Kemendagri serta Kemenparekraf idealnya bisa optimalkan apapun bentuk usaha di desa. Akan tetapi, eksisnya Pokdarwis seharusnya dilibatkan penuh dalam pengelolan terkait kepariwisataan desa.

“SK Pokdarwis yang kini dikeluarkan oleh desa, rentan dengan manajemen yang cenderung subyektif. Hemat saya, Pokdarwis bisa berkolaborasi positif dengan organisasi desa lainnya, tentu dengan fokus aktifitas presisi pada kepariwisataan,” pungkasnya lugas.

Pokdarwis ini harusnya tumbuh melalui inisiasi dan diinisiasi dari Masyarakat destinasi wisata. Kebutuhan akan keberadaan Pokdarwis sangat penting guna penyangga ekosistem pariwisata.

Sinergitas antara stakeholder wajib dilakukan. Sebab tidak akan bisa sustainable pembangunan berjangka panjang jika setiap sektor tidak saling berkomunikasi dengan yang lainnya.

Hal yang perlu diperkuat adalah standarisasi Pokdarwis sehingga bisa digunakan sebagai tujuan dan indikator evaluasi setiap Pokdarwis.

Leave a reply