Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Ternak Belut Untuk Penyintas Gempa Bumi Lombok

Program PKM
0
226

14 Agustus (SebarNews.co.id) Bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana telah melanda pulai lombok, yang kejadian pertama kalinya Pada tanggal 29 juli 2018 Magnitudo 6.4 SR, pusat gempanya di lombok timur .Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gempa bumi yang terjadi di lombok sangat yunik, karena biasnya kalau sudah gempa besar setelah itu akan mulai kecil dan mengecil sampai tidak terasa lagi. Namun yang terjadi, gempa semakin menjadi-jadi, meluluh lantahkan tempat lain. Seperti kabupaten lombok utara, lombok barat., lombok timur, loteng, dan lotim. Gempa sususlan yang bisa diraskan getarannya sebayak 33 kali, dan jumlah Keseluruhan gempa yang terjadi baik dirasakaan dan tidak 2.013 kali gempa. Semua tempat di Nusa Tenggara Barat merasakan getarannya, cuman bedanya ada yang lebih besar dan kecil, sesuai dengan jarak pusat gempa. Gempa susulan terjadi pada tangga 5 Agustus 2018 yang berkekuatan 7.0 SR. Gempa ini pusatnya di Kabupaten lombok. Gempa inilah yang meluluhlantahka bangunan yang ada, masyarakat mengalami kerugian baik secara meteri maupun non-materi. Kejadian ini menyisakan luka sangat mendalam bagi masyarakat. Membuat masyarakat kehilangan banyak hal, baik materi maupun non mater. Begitu banyak masyarakat kehilangan harta bendanya, dan selama gempa berlangsung mereka tidak bekerja.
Kondisi masyarakat Lombok Barat barat sebelum terjadinya gempa bumi, persentase masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskian 17% kalau diangkakan 110.000. ini merupakan angka yang sangat besar, dan ini juga menjadi Salah satu masalah utama negara berkembang seperti Indonesia adalah kemiskinan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk menanggulangi atau mengatasi masalah kemiskinan, akan tetapi tetap saja permasalahan kemiskinan belum dapat teratasi secara maksimal. Upaya menekan angka kemiskinan merupakan upaya yang berdimensi keberlanjutan yang perlu terus diupayakan guna mengurangi secara signifikan. Maka, perlu menentukan instrumen dengan terlebih dahulu mengidentifikasi beberapa faktor seperti kualitas sumber daya manusia yang juga dilatarbelakangi tingkat pendidikan yang rendah, produktivitas tenaga kerja rendah, tingkat upah yang rendah, distribusi pendapatan yang timpang, serta kesempatan kerja yang kurang.
Kemiskinan terjadi saat seseorang tidak mendapatkan upah untuk memenuhi kebutuhannya, karena tidak memiliki pekerjaan atau disebut juga dengan istilah pengangguran. Banyaknya jumlah pengangguran yang ada akan menambah jumlah kemiskinan yang ada, karena kebutuhan hidup tidak dapat terpenuhi dengan baik akibat tidak adanya penghasilan. Pengangguran juga akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, seperti menjadikan orang sebagai pencuri, perampok, dan pengemis karena lapangan kerja yang terbatas.
Lapangan kerja yang terbatas di Indonesia tentu memperngaruhi pengangguran dan juga kesejahteraan masyarakat.Selain itu, tingkat pendidikan yang rendah juga merupakan salah satu penyebab kemiskinan. Karena rendahnya tingkat pendidikan akan menyebabkan seseorang tidak memiliki keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, sehingga masyarakat tidak mampu memperbaiki hidupnya. Melalui pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Masyarakat menjadi tidak mampu untuk membuat lapangan usaha baru untuk memperbaiki ekonomi dan menaikan taraf hidupnya.
Kemiskinan dapat diatasi dengan menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran penyebab kemiskinan bisa berkurang terutama bagi Penyintas Gempa Bumi. Wirausaha mempunyai peran penting dan strategis dalam menekan angka kemiskinan.Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, wirausaha juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. UMKM juga telah terbukti tidak terpengaruh terhadap krisis.Ketika krisis menerpa pada periode tahun 1997 – 1998, hanya wirausaha berbentuk UMKM yang mampu tetap berdiri kokoh.
“Kegiatan usaha mikro kecil, dan menengah merupakan salah satu bidang usaha yang dapat berkembang dan konsisten dalam perekonomian nasional.UMKM menjadi wadah yang baik bagi penciptaan lapangan pekerjaan yang produktif.” Kata Hamdi.
UMKM merupakan usaha yang bersifat padat karya, tidak membutuhkan persyaratan tertentu seperti tingkat pendidikan, keahlian (keterampilan) pekerja, dan penggunaan modal usaha relatif sedikit serta teknologi yang digunakan cenderung sederhana.UMKM masih memegang peranan penting dalam perbaikan perekonomian Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha, segi penciptaan lapangan kerja, maupun dari segi pertumbuhan ekonomi nasional yang diukur dengan Produk Domestik Bruto, lanjutnya.
Dr. Abdurrahman dalam kesempatan lain mengungkapkan “Kemiskinan dapat diatasi dengan meningkatkan sumber daya manusia siap berkompetisi dengan dibekali skill. Dan dapat diatasi dengan menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran penyebab kemiskinan bisa berkurang terutama bagi Penyintas Gempa Bumi.Wirausaha mempunyai peran penting dan strategis dalam menekan angka kemiskinan.Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, wirausaha juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan.” Menurutnya UMKM juga telah terbukti tidak terpengaruh terhadap krisis.Ketika krisis menerpa pada periode tahun 1997 – 1998, hanya wirausaha berbentuk UMKM yang mampu tetap berdiri kokoh. Oleh sebab itulah Dr. Rahman dan Hamdi bekerja sama dengan pemuda menginisiasi ternak belut untuk menciptakan lapangan kerja bagi komunitas pemuda di Desa Selat Kecamatan Narmada Lombok Barat. Hal tersebut sambut sangat baik oleh Kepala Desa Selat Kecamatan Narmada Lombok Barat.

Leave a reply