TGH. Nafsin Hapus Keraguan Masyarakat Terkait Fatwa MUI

Rois Syuriah PCNU Lombok Barat Dan MWC NU Kecamatan Lembar Ambil Peran Melawan Covid-19
0
158

Lembar, 14, April (sebar.co.id) Kegaduhan-kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat terkait himbauan Majlis Ulama Indonesia baik Provinsi maupun Lombok Barat di Desa-Desa semakin menjadi-jadi. Himbauan untuk mengganti sholat Jum’at berjamaah dengan sholat Zuhur di rumah masih ditentang sebagian masyarakat. Di desa-desa sekecamatan Lembar saja ada dusun yang masih ngeyel dengan membenturkan dalil-dalil yang memperkuat argumentasi mereka.

Melihat potensi pembelahan tersebut Rois Syuriah PCNU kabupaten Lombok Barat hari ini (Selasa, 14 April 2020) turun ke dua Desa yaitu Desa Lembar dan Desa Jembatan Kembar.
Setelah dilakukan sosialiasi dan tanya jawab di dusun Granada dan di aula kantor desa Lembar dengan Narasumber TGH Nafsin yakni Rois Syuriah PCNU kabupaten Lombok Barat yang ditemani Pak Camat dan Pak Kapolsek Lembar dan menghapus keraguan di masyarakat tentang polemik ibadah jumat, shalat jamaah dan kumpul massa.

Di Desa Lembar sendiri terjadi perdebatan sengit antar kepala dusun dengan kepala dusun serta sebagian masyarakat yang diundang secara khusus. Untung saja TGH. Nafsin memberikan masukan-masukan yang dapat diterima dan diputuskanlah oleh Kepala Desa Lembar untuk meniadakan sementara sholat Jum’at berjamaah menggantinya dengan sholat Zuhur di rumah.

Sedangkan di Desa Jembatan Kembar tepatnya di Dusun Geranada tampak Kepala yang sekaligus sebagai ketua MWC NU Kecamatan Lembar yakni Ustad Amirullah mengundang para tokoh untuk sama-sama mendengarkan arahan TGH Nafsin terkait himbauan pemerintah dan MUI.
“Bahwa agar masyarakat mentaati bersama himbauan pemerintah dan MUI” komentarnya ketika membuka acara.

Hal tersebut Sebagai sebuah tindakan kita melawan covid 19. Sosialisasi berjalan dengan lancar dan baik dengan keamanan standard yaitu menjaga jarak dan menggunakan masker.
Pentingnya pendekatan kekeluargaan seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat dengan menghadirkan semua tokoh ahli, untuk meyakinkan dan menghapus gundah masyarakat.

Ulama dan Umara bersama-sama turun maka inilah salah satu metode atau langkah yang konkret untuk kita apresiasi bersama oleh lapisan masyarakat paling bawah. (K)

Leave a reply