Urgensi Informasi Batasan Kawasan Penyangga Jelang WSBK Mandalika

0
11

Gerung, Lombok Barat. Abdul Majid, anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat menyesalkan munculnya pemberitaan terkait resiko pembatalan WSBK (World Superbika) dan MotoGP Mandalika. Namun, ia menghormati keputusan dari pihak-pihak yang berkepentingan, sampai kemudian kondisi tersebut terjadi.

 

“Bukan kapasitas saya mengomentari hal tersebut. Tapi, menurut saya, jika memang ada keharusan mengirimkan sampel sesuai peraturan pihak penyelenggara event, sudah sewajarnya kita memgikuti peraturan tersebut,” demikian pernyataannya.

 

Selanjutnya, anggota DPRD asal Sekotong ini lebih memilih berkomentar tentang lokasi kabupaten Lombok Barat, dimana di kabupaten ini terdapat salah satu pintu masuk menuju KEK Mandalika. Yakni, pelabuhan laut Lembar.

 

“Kami mewakili beberapa suara dari Lombok Barat, notabene karena salah satu pintu masuk utama berada di kabupaten ini. Jika misalnya memang terhitung sebagai kawasan penyangga, anggaran daerah maupun pusat seharusnya juga dapat dirasakan masyarakat Lombok Barat. Jadi, fungsi daerah kami sebagai kawasan penyangga bisa optimal.”

 

Perihal kawasan penyangga, perlu kejelasan lebih jauh, daerah mana saja yang terhitung sebagai penyangga. Jika memang bukan penyangga, minimal unsur hexahelix pariwisata Lombok Barat bisa dilibatkan dan dapat merasakan manfaat dari event WSBK.

 

Penyelenggara atau pihak terkait bisa lebih membuka diri, melakukan sinergi atau kolaborasi. Mengingat Lombok Barat juga memiliki destinasi-destinasi wisata, desa-desa wisata, yang siap mendukung dan mengakomodir kebutuhan dari para wisatawan yang datang saat WSBK berlangsung.

 

Sebagai penutup, ia menegaskan kesiapan mendukung penyelenggaraan WSBK dan MotoGP Mandalika. Dua event kelas dunia ini, disepakatinya sebagai langkah-langkah kongkrit pemerintah, mewujudkan pulihnya pariwisata Lombok khususnya. Demikian juga pariwisata Indonesia.

Leave a reply